Sabtu, 22 September 2012

Kenampakan Alam di Lingkungan Setempat Materi IPS SD kelas 4


Kenampakan Alam di Lingkungan Setempat
Standar Kompetensi
1.    Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi
       Kompetensi Dasar
       Mendeskripsikan kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi serta dengan hubunganya dengan keragaman sosial budaya.
        A.     Ciri Kenampakan Alam dan Manfaatnya
 
Kenampakan alam merupakan bentuk muka bumi. Kenampakan alam disebut juga istilah bentang alam. Setiap daeram mempunyai daerah dengan kenampakan alam yang berbeda. Contoh pada gambar diatas Lembang dan plantain Pangandaran mempunyai perbedaan. Lembang dengan perbukitanya dan sejuk sedangkan Pangandaran dengan dataran rendahnya cukup panas.
Pada dasarnya kenampakan alam dibagi menjadi 2 bagian yaitu, kenampakan alam wilayah dataran dan kenampakan alam wilayah perairan.
1.      Kenampakan alam wilayah daratan
Wilayah daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak di genangi air dan berbentuk padat. Kenampakan alam yang termasuk wilayah daratan sebagai berikut:
a.      Dataran rendah
Dataran rendah adalah tanah yang keadaannya relatif datar dan luas sampai ketinggian sekitar 200 m dari permukaan laut. Tanah ini biasanya ditemukan di sekitar pantai, tetapi ada juga yang terletak di pedalaman. Di Jawa Barat daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam. Sebagian besar penduduk lebih memilih bertempat tinggal di dataran rendah. Terlebih jika wilayah ini memiliki sumber air yang cukup. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan, peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis. Lokasi yang datar, menyababkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin. Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan sarana transportasi ini telah mendornong daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi penduduk. Keanekaragaman aktivitas pendududuk ini menunjukkan adanya heterogenitas mata pencaharian penduduk. Petani, pedagang, buruh, dan pegawai kantor adalah beberapa contoh mata pencaharian penduduk daerah dataran rendah.
b.      Dataran tinggi
Wilayah Jawa Barat pada daerah dataran tinggi memiliki system pegunungan yang memanjang dan masih aktif. Relief dataran dengan banyaknya pegunungan dan perbukitan, menyebabkan Jawa Barat memiliki kesuburan tanah vulkanik, udara yang sejuk, dan alam yang indah.
Dataran tinggi biasanya dijadikan sebagai daerah tangkapan air hujan (catchment area). Selain dapat memenuhi kebutuhan air tanah di wilayah sekitar, daerah tangkapan air hujan dapat mencegah terjadinya banjir pada daerah bawah. Dataran tinggi yang ditumbuhi pepohonan besar dengan kondisi hutan yang masih terjagaberfungsi mencegah erosi, digunakan sebagai suaka margasatwa, cagar alam, atau bahkan tempat wisata. Namun sayangnya, penebangan liar tanpa memperhatikan upaya penanaman kembali dan usaha konservasi lahan sering menimbulkan bencana bagi penduduk di sekitarnya. Pembangunan vila dan pemukiman di daerah pegunungan juga telah mengurangi area resapan air. Dapat ditebak pada akhirnya dapat menyebabkan banjir.
c.       Pantai
Pantai adalah sebuah wilayah yang menjadi batas antara lautandan daratan, bentuk pantai berbeda-beda sesuai dengan keadaan, proses yang terjadi di wilayah tersebut, seperti pengangkutan, pengendapan dan pengikisan yang disebabkan oleh gelombang, arus, angin dan keadaan lingkungan disekitarnya yang berlangsung secara terus menerus, sehingga membentuk sebuah pantai.
Manfaat pantai sangat banyak, pantai-pantai pasti memiliki manfaat untuk kehidupan, terutama daerah tropis pantai yang dapat dimanfaatkan manusia untuk banyak hal, diantaranya : Objek pariwisata, daerah pertanian pasang surut, areal tambak garam, wilayah perkebunan kelapa dan pisang, daerah pengembangan industri kerajinan rakyat bercorak khas daerah pantai, dan lain-lain.
d.      Gunung
Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal. Beberapa pejabat mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Ensiklopedia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung. Sebuah gunung biasanya terbentuk dari gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik atau gerakan epeirogenik.
e.      Pegunungan
Pegunungan adalah bagian dari daratan yang bergunung-gunung. Tingginya lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Daerah pegunungan sering di manfaatkan untuk tempat rekreasi, peristirahatan, dan pertanian.
2.      Kenampakan alam wilayah perairan
Kenampakan alam perairan terdiri dari sungai, danau, dan selat. Ketiganya dapat diuraikan berikut.
a.      Sungai
Sungai – sungai di Indonesia sangat banyak kususnya di Jawa Barat, sungai di Jawa Barat yang begitu terkenal Sungai Citarum, Sungai Cikapundung dan masih banyak lagi yang lainnya.


b.      Danau
Danau di Indonesia begitu bnyak sednagkan untuk di Jawa Barat dan khususnya di daerah Bandung tidak ada danau.


c.       Selat
Selat ialah laut yang sempit di antara pulau. Selat menghubungkan satu pulau dengan pulau-pulau lainya. Untuk daerah Jawa Barat selat tidak ada karena bnetuknya bukan kepulauan.

        B.     Hubungan Kenampakan Alam Dengan Hubungan Sosial Budaya
Apakah kalian tahu pekerjaan orang yang tinggal di lembang dan di daerah pegunungan lainnya? Iya tepat sekali sebagai petani, karena mereka tinggal di kawasan yang sejuk dan cocok untuk pertanian.
Jika kita amati bahwa kenampakan alam sangat berpengaruh terhadap pekerjaan seseorang di kawasan tersebut. Di daerah pegunungan yang sejuk banyak petani karena mereka memanfaatkan lahan yang subur untuk perkebunan, ladang dan lain sebagainya.
Pekerjaan salah satu bentuk sosial budaya. Selain berpengaruh terhadap pekerjaan, kenampakan alam juga berpengaruh terhadap bentuk sosial budaya yang lain. Diantaranya sebagai berikut.
a.      Adat istiadat
Adat istiadat merupakan kebiasaan warga yang dilakukan masyarakat secara turun - temurun. Adat istiadat sangat dipengaruhi keadaan alam di mana manusia tinggal. Petani di pedesaan atau di pegunungan suka membuat seajin sebelum dan sesudah panen. 
b.      Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia antara lain pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata dan alat transportasi. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia juga dipengaruhi oleh kenampakan alam dimana mereka tinggal. Manusia banyak memanfaatkan apa yang ada di lingkungannya. Untuk membuat perlengkapan dan peralatan hidup. Peralatan dan perlengkapan hidup orang yang tinggal di pegunungan dan di pantai sangat beda sekali.

         C.     Peristiwa Alam Yang Mempengaruhi Kehidupan Sosial
Dari gejala – gejala alam yang ada, ada yang bisa di cegah oleh manusia dan ada juga yang tidak dapat di cegah oleh manusia. Untuk gejala alam yang dapat di cegah oleh manusia antara lain: banjir, longsor, kekurangan air bersih dan lain – lain. Sedangkan yang tidak bisa di cegah oleh manusia adalah gempa bumi, gunung meletus dan lain sebagainya. Kejadian di atas semuanya dapat mempengaruhi keadaan sosial masyarakat. Untuk lebih jelasnya kita akan mempelajari gejala – gejala ala mini.
a.      Banjir
Di Indonesia hamper setiap tahun terjadi banjir, terutama di bandung tepatnya di Bale Endah. Jika terjadi hujan maka banjir akan segera menghampiri. Banjir terjadi akibat adanya pendangkalan sungai dan masih bnyak penyebab banjir yang lainnya. Bencana banjir sangat merusak kehidupan masyarakat. Ini beberapa akibat yang ditimbulkan banjir.
-          Bangunan dan harta benda rusak akibat terendam banjir.
-          Penduduk terpaksa meninggalkan tempatinggalnya dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
-          Pabrik kantor terpaksa berhenti bekerja.
-          Jalan dan jembatan rusak.
-          Timbul berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit lainnya.
b.      Kekurangan air bersih
Peristiwa alam yang mempengaruhi kedalam kehidupan sosial masyarakat antara lain persedian air yang berkurang. Hal ini dapat mempengaruhi masyarakat diantaranya:
-          Orang semakin sulit untuk mendapatkan air bersih.
-          Untuk mendapatkan air bersih orang harus membeli air dari pedagnag air.
-          Banyak penduduk yang terserang penyakit karena menggunakan air yang tercemari.

c.       Gempa bumi
Salah satu peristiwa alam yang bisa terjadi sewaktu – waktu adalah gempa bumi. Gempa yang disebabkan aktivitas gunung berapi itu disebut gempa vulkanik, sedangkan untuk gempa bumi yang disebakan oleh gesekan dari gesekan lempengan bumi ini disebut gempa tektonik. Yang sering terjadi gempa bumi akibat gesekan lempengan bumi ini terjadi di Sukabumi. Gempa bumi sangat merugikan masyarakat mulai dari rumah, harta benda, keluarga dan lain – lain.
d.      Gunung meletus
      Gunung api yang masih aktif bisa meletus sewaktu – waktu. Ketika meletus, gunung api mengeluarkan magma, batu – batuan, kerikil, dan gas. Magma adalah cairan sangat panas yang ada di perut bumi. Magma yang keluar dari perut bumi di sebut lava. Batu – batu besar yang dimuntahkan gunung berapi terbentuk dari lava yang membeku. Kerikil yang dimuntahkan ketika gunung api meletus disebut lapili. Muntahan gunung api yang paling kecil adalah abu halus. Debu ini melayang – laying di udara membentuk awan panas. Awan panas dapt memusnahkan semua mahluk hidup yang dilewatinya. Gunung api yang terakhir meletus di Jawa Barat gunung Galunggu di Tasikmalaya tahun 1982.
 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar